tujuan MBS

Posted: 20 April 2011 in ARTIKEL PGSD

1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada.
2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalampenyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
3. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada masyarakat.
4. Meningkatkan persaingan yang sehat antar sekolah tentang mutupendidikan yang ingin dicapai.

Penjelasan mengenai Kosep Dasar Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
1. Konsep dasar Manajemen Berbasis Sekolah adalah manajemen yangbernuansa otonomi, kemandirian dan demokratis.

a. Otonomi, dimaknai sebagai kewenangan sekolah dalam mengaturdan mengurus kepentingan sekolah dalam mencapai tujuan sekolah untuk menciptakan mutu pendidikan yang baik.
b. Kemandirian, dimaknai sebagai langkah dalam pengambilan keputusan,tidak tergantung pada birokrasi yang sentralistik dalam mengelola sumberdaya yang ada, mengambil kebijakan, memilih strategi dan metode dalammemecahkan persoalan yang ada, sehigga mampu menyesuaikan dengan kondisilingkungan dan dapat memanfaatkan peluang – peluang yang ada.
c. Demokratif, dimaknai sebagai keseluruhan elemen-elemen sekolah yang dilibatkandalam menetapkan, menyusun, melaksanakan dan mengevaluasipelaksanaan untuk mencapai tujuan sekolah untuk terciptanya mutu pendidikan sehinggamemungkinkan tercapainya pengambilan kebijakan yang mendapatdukungan dari seluruh elemen-elemen sekolah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diantaranya adalah :

1. Pengkajian Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terutama yang menyankut kekuatan desentralisasi, kekuasaan atau kewenangan di tingkat sekolah, dalam system keputusan harus dikaitkan dengan program dan kemampuan dalam peningkatan kinerja sekolah.
2. Penelitian tentang program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berkenaan dengan desentralisasi kekuasaan dan program peningkatan partisipasi ( local stakeholders. Pendelegasian otoritas pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pemberdayaan sekolah, perlu dibangun dengan efektifitas programnya.
3. Strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) harus lebih menekankan kepada elemen manajemen pertisipatif. Kemampuan, informasi dan imbalan yang memadai merupakan elemen-elemen yang sangat menentukan efektifitas program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan kinerja sekolah.

2. Faktor – factor yang di perhatikan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) – School Based Management adalah bentuk alternative sekolah dari program desentralisasi dalam bidang pendidikan. Factor terpenting dalam penentu kinerja sekolah yaitu :
a. Kurikulum
Tujuan kurikulum yang akan dicapai dalam jangka panjang dari kurikulum yang dirancang berdasar MBS :
1. Penguasaan ketrampilan dasar dan proses fundamental
2. Pengembangan Itelektual
3. PEndidikan karir & pendidikan Vokasional
4. Pemahaman interpersonal
5. Moral & karakter etis
6. Keadaan emosional dan fisik
7. Kreatifitas & ekspresi estetika
8. Perwujudan diri.
b. Proses belajr menajar yang relevan
c. Lingkungan Sekolah

3. Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Karakterisitk Manajemen Barbasis Sekolah tidak terlepas daripendekatan Input, Proses, dan Output Pendidikan.

1. Input Pendidikan
a. Memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas.
b. Tersedianya sumber daya yang kompetitif dan berdedikasi.
c. Memiliki harapan prestasi yang tinggi.
d. Komitmen pada pelanggan.

2. Proses Pendidikan
a. Efekttivitas dalam proses belajar mengajar tinggi.
b. Kepemimpinan yang kuat.
c. Lingkungan sekolah yang nyaman.
d. Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif.
e. Tim kerja yang kompak dan dinamis.
f. Kemandirian, partisipatif dan keterbukaan (transparasi).
g. Evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
h. Responsif, antisipatif, komunikatif dan akuntabilitas.

3. Output yang diharapkan
Pada dasarnya output yang diharapkan merupakan tujuan utama daripenyelenggaraan pendidikan secara umum.

Langkah-langkah Perumusan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

Untuk merumuskan implementasi manajemen berbasis sekolah harus ada tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Perencanaan Pada langkah awal perumusan MBS, hal-hal yang perlu dilaksanakan adalah:

a. Mengidentifikasi sistem, budaya dan sumber daya, mana yang perludipertahankan dan mana yang harus dirubah dengan memperkenalkanterlebih dahulu format yang baru dan tentunya lebih baik.
b. Membuat komitmen secara rinci yang diketahui oleh semua unsur yangbertanggung jawab, jika terjadi perubahan sistem, budaya dan sumberdaya yang cukup mendasar.
c. Hadapilah penolakan terhadap perubahan dengan memberi pengertianakan pentingnya perubahan demi mencapai tujuan bersama.
d. Berkerja dengan semua unsur sekolah dalam menjelaskan ataumemaparkan visi, misi, tujuan, sasaran, rencana dan program-programpenyelenggaraan MBS.
e. Menggaris bawahi prioritas sistem, budaya dan sumber daya yangbelum ada dan sangat diperlukan.

2. Mengidentifikasi Tantangan Nyata Sekolah Pada umumnya tantangan sekolah bersumber pada output (lulusan)sekolah yang meliputi kualitas, produktifitas, efektibilitas dan efisiensi.Maka sangat diperlukan identifikasi dari hasil analisis output untukmengetahui tingkat kualitas, produktifitas, efektibilitas dan efisiensi darioutput yang dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan.

3. Merumuskan visi, misi, tujuan sasaran sekolah yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah.

– Visi adalah gambaran masa depan yang diinginkan oleh sekolah, agarsekolah yangbersangkutan
dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangannya.
– Misi adalah tindakan untuk mewujudkan atau merealisasikan visitersebut.
– Tujuan adalah apa yang ingin dicapai atau dihasilkan oleh sekolahyang bersangkutan dan kapan tujuan itu mungkin dicapai.
– Sasaran adalah penjabaran tujuan yang akan dicapai oleh sekolahdalam jangka waktu lebih pendekdibandingkan dengan tujuan sekolah.Rumusannya harus berupa peningkatan yang spesifik, terukur, jelas kriterianya dan disertai indicator yang rinci.

4. Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran.
Fungsi-fungsi yang dimaksud adalah unsur-unsur kegiatan beserta unsurunsurpendukungnya yang saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri.Sejauh mana kesiapan fungsi-fungsi tersebut terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mencapai sasaran.

5. Melakukan analisis potensi lingkungan (analisis SWOT)
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan utnuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Prinsip analisis SWOT adalah :
– Kekuatan-kekuatan apa yang kita miliki ?
– Bagaimana memanfaatkannya ?
– Kelemahan-kelemahan apa yang kita miliki ?
– Bagaimana meminimalkannya ?
– Peluang-peluang apa yang ada ?
– Bagaimana memanfaatkannya ?
– Ancaman apa yang mungkin menghambat keberhasilan ?
– Bagaimana mengatasinya ?

6. Memilih langkah-langkah alternatif pemecahan persoalan.

Dalam setiap kegiatan dimungkinkan adanya permasalahan yang timbul.
Hendaklah kita tidak menghindari masalah akan tetapi harus kita hadapi
dengan solusi pemecahan yang sudah kita rencanakan sebelumnya.

7. Menyusun Rencana Program Peningkatan Mutu.

Penyusunan program peningkatan mutu harus disertai langkah-langkahpemecahanan persoalan yangmungkin terjadi. Fungsi yang terlibat besertaunsur-unsurnya membuat rencana program untuk jangka pendek,menengah dan jangka panjang serta bersama-sama merealisasikan rencana program tersebut.

8. Melaksanakan Rencana Program Peningkatan Mutu

Dalam melaksanakan rencana peningkatan mutu maka fungsi-dungsiterkait hendaknya memanfaatkan sumber daya secara maksimal, efektifdan efisien.

9. Melakukan Evaluasi Pelaksanaan

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program, sekolah perlu mengadakan evaluasi pelaksanaan program, baik program jangka pendek maupun program jangka panjang.

10. Merumuskan Sasaran Peningkatan Mutu Baru.
Dari hasil evaluasi kita dapat memperoleh tingkat keberhasilan dankegagalannya sehingga dapat memperbaiki kinerja program yang akandatang. Disamping itu evaluasi juga sangat berguna sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk merumuskan sasaran (tujuan) peningkatan mutu untuk tahun yang akan datang.

Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) akan menghasilkan nilai positif bagi sekolah antara lain :

1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.
2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan skala prioritas.
3. Pengambilan keputusan lebih partisipatif terutama dalam hal :
a. Menetapkan sasaran peningkatan mutu
b. Menyusun rencana peningkatan mutu
c. Melaksanakan rencana peningkatan mutu
d. Melakukan evaluasi pelaksanaan peningkatan mutu.
4. Penggunaan dana lebih efektif dan efisien sesuai dengan skala prioritasnya
5. Keputusan bersama lebih menciptakan transparasi dan demokrasi
6. Dapat lebih meningkatkan rasa tanggung jawab.
7. Menumbuhkan persaingan sehat sehingga diharapkan adanya upaya inovatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s